Minggu, 24 Januari 2016
Cara Isi Riwayat Pekerjaan Dapodikdas
Panduan Cara isi ada atau cara input Menu Riwayat Pekerjaan Dapodikdas pada dapodik generasi ke 4, Menu riwayat pekerjaan ini baru rilis atau lahir sehingga cara berbeda untuk pengenalannya apa yang diinput pada menu riwayat pekerjaan dapodikdas.
Menu Riwayat Pekerjaan Dapodikdas: intinya pada menu ini terkait seorang PTK pernah mengajar dimana saja sebelumnya, dengan tempat tugas yang berbeda
Kelulusan PLPG UNPAK Bogor 2015
Sehubungan dengan telah berakhirnya rangkaian pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 135 Universitas Pakuan Bogor Periode Tahun 2015, berikut disampaikan Surat Keputusan Penetapan Kelulusan peserta PLPG Kementerian Agama Kuota 2015 Rayon 135 Universitas Pakuan.
Untuk Penyerahan sertifikat bagi peserta yang dinyatakan lulus, akan diinformasikan selanjutnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sumber : UNPAK Bogor
Sabtu, 23 Januari 2016
Permendikbud Data Pokok Pendidikan/Dapodik No 79 Tahun 2015
Permendikbud N0 79 Tahun 2015 tentang Dapodik telah rilis, hal ini sebagaimana berita kami sebelumnya yang telah membahas tentang draf sebelumnya baca Beginilah Permendikbud Tentang Dapodik, dengan aturan Dapodik yang telah rilis ini kiranya bisa dipelajari mekanisme hukum dalam aturan data pokok pendidikan
Data Pokok Pendidikan, yang selanjutnya disingkat Dapodik adalah suatu sistem pendataan
Jumat, 22 Januari 2016
RPP SD Kurikulum 2013 Lengkap Update Terbaru
RPP Kurikulum 2013 SD Dan RPP Madrasah Ibtidaiyah Kurikulum 2013, edisi terbaru bisa digunakan sebagai referensi di Sekolah, harapan terbesar kami RP SD Kurikulum 2013 untuk Kelas 1,2,3,4,5 dan 6 ini bisa bermanfaat
Download [1] RPP SD KELAS 1 SEMESTER 1 - Diriku
Download [2] RPP SD KELAS 1 SEMESTER 1 - Kegemaranku
Download [3] RPP SD KELAS 1 SEMESTER 1 - Kegiatanku
Download [4] RPP SD KELAS
Juknis BOS Madrasah 2016
Baru-baru ini Kementerian Agama melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 361 Tahun 2016 telah menerbitkan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah Tahun Anggaran 2016.
► | Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah merupakan program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan, bahwa yang dimaksud dengan biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. | |
► | Sasaran program BOS adalah semua Madrasah Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah memiliki izin operasional. | |
► | Siswa madrasah penerima BOS adalah lembaga madrasah yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada pagi hari dan siswanya tidak terdaftar sebagai siswa SD, SMP, atau SMA. Bagi madrasah yang menyelenggarakan kegiatan pembelajaran pada sore hari, dapat menjadi sasaran program BOS setelah dilakukan verifikasi oleh Seksi Madrasah/TOS Kabupaten/Kota. | |
► | Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh madrasah, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan: | |
a. | Madrasah Ibtidaiyah : Rp. 800.000,-/siswa/tahun | |
b. | Madrasah Tsanawiyah : Rp. 1.000.000,-/siswa/tahun | |
c. | Madrasah Aliyah : Rp. 1.200.000,-/siswa/tahun | |
Melalui program BOS ini, warga madrasah diharapkan untuk dapat lebih mengembangkan madrasah dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. | BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemberdayaan madrasah dalam rangka peningkatan akses, mutu, dan manajemen madrasah; |
2. | Madrasah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan; |
3. | Madrasah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM), dimana dana BOS merupakan bagian integral di dalam RKAM tersebut; |
4. | Rencana Jangka Menengah dan RKAM harus disetujui dalam rapat Dewan Pendidik setelah memperhatikan pertimbangan Komite Madrasah dan disahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (untuk madrasah swasta); |
Mekanisme Alokasi Dana BOS
Untuk Madrasah Swasta
Pengalokasian dana BOS pada madrasah swasta dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. | Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengumpulkan data jumlah siswa Madrasah pada tiap Provinsi yang telah dikirimkan melalui EMIS Kanwil Kementerian Agama dengan format yang dilengkapi nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan data lainnya sebagaimana format isian yang disediakan oleh EMIS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam; |
2. | Atas dasar data jumlah siswa madrasah pada tiap provinsi berbasis EMIS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tersebut, Direktorat Pendidikan Madrasah menetapkan alokasi dana BOS untuk madrasah pada tiap provinsi yang dituangkan dalam DIPA Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; |
3. | Setelah menerima alokasi dana BOS dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Bidang Madrasah/TOS Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Seksi Madrasah/TOS Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan verifikasi ulang data jumlah siswa tiap madrasah sebagai dasar dalam menetapkan alokasi dana BOS di tiap madrasah; |
Dalam menetapkan alokasi dana BOS tiap madrasah perlu dipertimbangkan bahwa dalam satu tahun anggaran terdapat dua periode tahun pelajaran yang berbeda, sehingga perlu acuan sebagai berikut:
► | Alokasi dana BOS untuk periode Januari-Juni 2016 didasarkan pada jumlah siswa semester kedua tahun pelajaran 2015/2016. |
► | Alokasi dana BOS untuk periode Juli-Desember 2016 didasarkan pada data jumlah siswa semester pertama tahun pelajaran 2016/2017. Oleh karena itu setiap madrasah harus segera menyerahkan surat pernyataan tentang jumlah siswa kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setelah masa pendaftaran siswa baru tahun 2016 selesai. |
Untuk Madrasah Negeri
Mengingat dana BOS pada madrasah negeri sudah dialokasikan dari awal tahun anggaran, maka pengalokasian dana BOS dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. | Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengumpulkan data jumlah siswa madrasah negeri pada tiap Provinsi yang telah dikirimkan melalui EMIS Kanwil Kementerian Agama Provinsi dengan format yang dilengkapi nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan data lainnya sebagaimana format isian yang disediakan oleh EMIS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam; |
2. | Atas dasar data jumlah siswa madrasah negeri pada tiap provinsi berbasis EMIS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tersebut, Direktorat Pendidikan Madrasah menetapkan alokasi dana BOS untuk madrasah negeri pada tiap provinsi yang dituangkan dalam DIPA Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota; |
3. | Setelah menerima alokasi dana BOS dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Bidang Madrasah/TOS Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Seksi Madrasah/TOS Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan verifikasi ulang data jumlah siswa tiap madrasah negeri sebagai dasar dalam menetapkan alokasi dana BOS di tiap madrasah negeri; |
4. | Berdasarkan jumlah alokasi dana BOS yang telah diverifikasi tersebut, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menetapkan alokasi dana BOS pada madrasah negeri yang kemudian dituangkan dalam rencana kegiatan yang sesuai dengan komponen penggunaan dana BOS yang dirinci berdasarkan Bagan Akun Standar (BAS) sebagaimana yang diajukan oleh madrasah; |
5. | Dalam pengalokasian dana BOS, madrasah negeri harus memprioritaskan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang belum dianggarkan dalam DIPA; |
6. | Pengalokasian dana BOS untuk kegiatan-kegiatan yang sudah dianggarkan dalam DIPA dan sumber dana lainnya, hanya bersifat sebagai tambahan jika dana yang dianggarkan tidak mencukupi. |
Dalam menetapkan alokasi dana BOS pada madrasah negeri, Kanwil Kementerian Agama Provinsi perlu memperhatikan bahwa alokasi dana BOS tahun 2016 ditetapkan di awal tahun anggaran untuk periode Januari-Desember 2016. Oleh karena itu, maka diperlukan kecermatan dalam penetapan alokasi dana BOS dengan mempertimbangkan bahwa terdapat perbedaan jumlah siswa antara tahun pelajaran 2015/2016 dengan tahun pelajaran 2016/2017.
Demikian informasi yang dapat kami bagikan terkait Petunjuk Teknis BOS pada Madrasah Tahun Anggaran 2016.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sumber : Direktorat Penmad
Sumber : Direktorat Penmad
Kamis, 21 Januari 2016
Download Aplikasi Dapodikdas 411/4.1.1 Penyempurnaan 410
Aplikasi Dapodikdas 4.1.1 merupakan perbaikan dan penyempurnaan aplikasi sebelumnya, banyak masalah yang harus diperbaiki pada gagal input, yang sudah diperbaiki versi bundling instaler 411.
Penjelasan sediki tentang App.4.11 : 1. Perbaikan edit passw di tabel ptk2. Perbaikan di input data sarana3. Pencegahan akun ptk login ke app dapodik4. Penyempurnaan 1 app digunakan lbh dr 1 sekolahBagi yg
Juknis BOS Madrasah Tahun 2016 Dari Kemenag
Juknis BOS 2016 atau Petunjuk Tekhnis BOS Madrasah Ibtidaiyah/MI, Madrasah Tsanawiyah/MTs, Madrasah Aliyah/MA Sasaran program BOS adalah semua Madrasah Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah memiliki izin operasional. Siswa madrasah penerima BOS adalah lembaga madrasah yang menyelenggarakan kegiatan belajar
mengajar pada pagi hari dan siswanya tidak terdaftar sebagai siswa
Langganan:
Postingan (Atom)

